Senin, 31 Desember 2012

Candi Tondowongso Digrogoti Akar Rumput


APA KABAR SITUS TONDOWONGSO??


Sejarah Kerajaan Panjalu di bhumi Kadiri masih cukup gelap. Beberapa prasasti yang telah diketumukan mayoritas sudah aus, dan ada beberapa yang masih dapat dibaca namun ada pula yang belum diterbitkan. Dahulu masa Kerajaan Panjalu terkenal dengan kerajaan yang kaya karya sastra tapi miskin bukti arkeologis berupa bangunan monumental, seperti candi, gapura, pathirtan, maupun kompleks keraton. Namun dengan ditemukannya beberapa bukti arkeologis berupa bangunan Candi maupun Pathirtan belakangan ini, sedikit demi sedikit mampu menyangkal pernyataan tersebut. Selama ini banyak bangunan bukti peradaban bhumi Kadiri masih tersingkap di bawah tanah, diselimuti material vulkanis dari erupsi Gunung Kelud selama berabad abad.

Pertengahan bulan Oktober 2012 lalu telah dilakukan ekskavasi Tahap V di Candi Tondowongso oleh Balai Arkeologi Yogyakarta. Lahan area situs telah dibersihan dari tetumbuhan yang liar menggurita. Namun 2 bulan berselang, setelah tim peneliti pulang. Bagaimanakah kondisi situs ini??
apakah saran pembersihan rutin di area situs utama dilaksanakan dengan baik??
dan bagaimanakah kondisi Candi terluas di Jatim ini??

Penelitian terhadap Situs Tondowongso telah diprogramkan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta dalam program tahunan Penelitian Situs Tondowongso. Program penelitian ini direncanakan dalam tujuh tahap, dimulai sejak tahun 2008 (Tahap I) dan akan berakhir pada tahun 2014 (Tahap VII).

Beginilah hasil survei teman2 PASAK pada Kamis 27 Desember 2012 lalu.
Foto Abdi Setiawan

Sunguh mengejutkan, dari foto tersebut terlihat bahwa bangunan dari batu bata yang telah rapuh tersebut ditumbuhi dan digerayangi akar2 rerumputan serta tetumbuhan yang liar menggurita. 

Kerajaan Kadiri merupakan salah satu kerajaan besar yang masih kurang dalam penemuan bangunan monumentalnya. Hal ini salah satu penyebabnya adalah masih banyaknya bangunan yang tersingkap oleh muntahan material banjir lahar Gunung Kelud. 

Bapak Soekmono (1969) menyatakan bahwa Candi Gurah (ditemukan tahun 1957) yang berada hanya 200 m arah selatan Candi Tondowongso (di-identifikasi satu kompleks luas) merupakan bangunan yang memiliki gaya khas (Kadhiri style) yang merupakan gaya peralihan antara banguanan candi gaya Jawa Tengahan dan gaya Jawa Timuran. Oleh karenanya, penelitian total terhadap Candi Tondowongso sangat penting untuk di lakukan. Karena selama ini belum ada wujud nyata bentuk bangunan gaya peralihan tersebut. 

Candi Tondowongso merupakan aset wisata pendidikan sejarah yang sangat besar dimiliki Kabupaten Kediri. Sebelum mengalami kerusakan lebih parah, harus dilakukan penyelamatan dan pengelolaan yang professional terhadap asset besar tersebut.

2 komentar:

  1. saya orang kediri asli baru tahu ternyata ada Candi Tondowongso, ternyata kediri banyak peninggala2 sejarahnya,

    BalasHapus
  2. Sgt disayangkan krn penanganan yg kurang serius maka situs ini sekarang mangkrak tak terawat,bekas ekskavasi terendam air berlumut dan hal ini sy temui di semua titik bekas ekskavasi..kpn ada penggalian lg utk mengungkap tabir sejarah kerajaan kediri? Saya pribadi berharap agar teman2 Komunitas PASAK dapat menyundul issue ini ke dinas terkait

    BalasHapus