Rabu, 21 Oktober 2015

Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette “Penemuan Kembali Watu Gajah”

Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette
“Penemuan Kembali Watu Gajah”

L.A. van der ven Renardel de Lavalette
Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette (1872 - 1946) merupakan salah satu keluarga besar “Lavalette”.  Keluarga besar Lavalette memang cukup terkenal di Jawa Timur, bahkan nama keluarga ini diabadikan sebagai nama sebuah Ruah Sakit di Kota Malang, yaitu RS. Lavalette. Pendiri rumah sakit tersebut adalah Gerrit Christiaan Renardel de Lavalette, ialah saudara kakek dari Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette.

Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette lahir di Probolinggo pada tanggal 17 September 1872. Dia pernah kuliah di Universitas Wageningen jurusan Pertanian sekitar tahun 1891 – 1894. kemudian diapun kembali ke Hindia – Belenda untuk mendapatkan pengalaman kerjanya. Pada tahun 1909 ia berhasil menjadi Anggota v / d-Regional Dewan Rembang pada tahun 1909. Kemudian pindah menjadi kepala Kehutanan di wilayah Pare, Kediri.

Leendert Albert van de Ven menikah dengan wanita pribumi Jawa, bernama Millah dan dikaruniai  tiga anak, yaitu Anna van de Ven Renardel de Lavalette  (1900-1975), Margot van de Ven Renardel de Lavalette (1901-1974) makamnya ada di Makam Sukun Kota Malang, dan Jan van de Ven Renardel de Lavalette (1902-1966).

Saat Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette menjadi kepala kehutanan di Pare, ia memiliki pengalaman unik. Suatu hari sambil mengendarai bendy, ia melakukan survei ke hutan di wilayah Pare, tepatnya kini masuk Desa Gadungan, Kec. Puncu. Di salah satu jalan setapak di hutan, bendy yang dinaikinya menabrak bongkahan batu hingga rusak. ia pun kesal, karena sering saat melawati daerah tersebut selalu terganggu dengan bongkahan batu batu yang disebut "watu sandungan" itu. Iapun kemudian menyuruh para kuli untuk menggali batu tersebut untuk di enyahkan dari tengah jalan.

Setelah para kuli menggali batu ditengah jalan di hutan pare tersebut, Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette kaget dengan penampakan batu tersebut secara lebih jelas. Bongkahan batu yang tertanam di tengah jalan tersebut ternyata berukir layaknya arca. Ukiran batu tersebut menggambarkan seekor gajah dengan anak nya. Oleh karena hal tersebut dirasa unik, maka ia memerintahkan untuk memindahkan batu tersebut di pinggir jalan. Dan memberinya tempat khusus di hutan tersebut. Kini batu temuan Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette tersebut dikenal masyarakat dengan nama Watu Gajah, di Dusun Sumberbage (Sumber Bahagia) Desa Gadungan, Kec. Puncu, Kab. Kediri.

Watu Gajah awal penemuan
Pada tanggal 21 Februari 1926, Organisasi N.I.N.H.V. (Ned.Ind. Nat.Hist.Ver.) mengadakan kunjungan ke Kediri. Mereka disambut baik oleh Leendert Albert van de Ven Renardel de Lavalette. Ia pun menjadi pemandu untuk berkeliling daerah pare. Terutama berkunjung ke temuan Batu Gajah di tengah hutan Pare, serta berfoto bersama di bawah pohon beringin raksasa, yang hingga kini pohon tersebut masih kokoh berdiri di Desa Gadungan, Kec. Puncu, Kab. Kediri.

L.A. van de Ven foto bersama rombongan N.I.N.H.V di bawah Pohon Beringin di Desa Gadunganke Paree, 21 Februari 1926
Sumber : http://pentalpha.nl/baroe/index.php/contacts-2/arnoldus-2/95-zondermeer?start=50 
Pada tahun 1926 – 1938 kariernya berada di daerah Blitar, Dep. Walikota Blitar tahun 1930, Dewan Kota Anggota 1926-1938 Blitar, Blitar kota anggota dewan 1936-1938. Hingga ajal menjemputnya di tahanan Jepang sekitar tahun 1946. Ia ditahan di tahanan Tlogo, Blitar dan juga Karangtengah Kota Blitar. Tidak diketahui di mana makamnya berada, setelah wafat dalam tahanan Jepang.



Sumber Bacaan : 
http://javapost.nl/2015/10/09/de-stenen-olifant-van-paree/
http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/26?q_searchfield=pare 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar